- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah
SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis masih diberi kesempatan untuk
menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa penulis ucapkan
kepada guru pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan
dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah
ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun. dan semoga dengan selesainya makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Aamiin...
|
|
|
Keling, ................................2020
Penulis,
|
BAB I
RENANG
Manusia sudah dapat berenang
sejak
zaman prasejarah,
bukti tertua mengenai
berenang
adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman aBatu telah ditemukan di "gua
perenang"
yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para
Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada
1538, Nikolaus Wynmann seorang
profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang
atau Dialog mengenai Seni Berenang
(Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die
Schwimmkunst).
Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam -kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur
Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang
di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang
merupakan salah satu cabang
olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun
1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade.
Persatuan renang dunia,
Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu - kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi
gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan
secara bergantian digerakkan
jauh
ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu
berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan
air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang
lainnya, gaya bebas merupakan ga ya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Tidak seperti halnya gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya
bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada, gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang "gaya bebas"
yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya
bebas, sehingga gaya
krol identik dengan gaya
bebas
a.
Posisi Badan Gaya Bebas
Posisi badan
harus
horizontal.
Walaupun kaki
masih cukup
dalam
di dalam
air. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu :
- Dahi dan
telinga jangan sampai
berada di atas
permukaan air
- Punggung dan
pantat
sedikit berada di atas
permukaan
air
- Otot – otot perut dan
leher
b.
Gerakan Kaki
Gerakan kaki pada
renang memberi dorongan
ke
depan mengatur
keseimbangan tubuh. Adapun cara melakukan gerakan
kaki pada renang gaya bebas adalah
:
- Gerakan kaki
dimulai dari
pangkal paha sampai dengan ujung jari
- Pada
waktu gerakan
kaki ke bawah harus disertai cambukan
dari pergelangan
kaki.
- Gerakan kaki
ke atas
dilakukan
lemas
(rilek) jangan
sampai keluar dari permukaan air.
- Gerakan kaki
ke atas
dan
ke bawah
dilakukan
secara bergantian.
c.
Gerakan Lengan
Gerakan tangan gaya bebas
dibagi menjadi 3 tahap yaitu
:
- Gerakan menarik (pull).
Dari posisi lurus ke
depan, lengan ditarik silang di bawah
dada dengan
siku dibengkokkan.
- Gerakan mendorong (push).
Setelah siku mencapai
bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan mendorong sampai lengan lurus ke
belakang.
- Istirahat (Recovery)
Setelah gerakan
mendorong
selesai
dan
tangan lurus ke belakang
dilanjutkan
dengan
mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari-jari secara rileks digeser ke depan
permukaan air kemudian jari-jari dimasukkan
ke dalam air.
Gaya dada atau gaya katak adalah berenang
dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua
belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan
dibuka ke samping
seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan
tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika
mulut berada
di permukaan
air,
setelah
satu
kali gerakan tangan-kaki
atau dua kali
gerakan tangan-kaki.
Gaya
dada merupakan gaya berenang
paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh
stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang
lama. Dalam pelajaran berenang,
perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang
diatur Federasi Renang Internasional (FINA), perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat
a.
Gerakan Kaki
Kaki ditekuk (dengkul dibengkokkan/ditekuk), kemudian tendangkan/ luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka (kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan), masih dalam posisi kaki lurus, kemudian kaki dirapatkan (sampai telapak kaki kiri dan kanan
agak bersentuhan ini akan menambah daya dorong.
b.
Gerakan Tangan
Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan saling bertemu & menempel)
Kemudian tarik tangan ke samping kanan
dan kiri, tetapi tidak
perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah) Luruskan tangan kembali.
c.
Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas
Gerakan tangan dan kaki dilakukan bergantian.
Pengambilan nafas dilakukan ketika
gerakan tangan ke samping kiri
dan kanan, kemudian kepala mendongak ke atas sambil
mengambil nafas.
Gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke
permukaan air.
Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas, tapi
dengan posisi tubuh telentang di
permukaan air Kedua
belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti
gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar
air sehingga mudah
mengambil atau
membuang napas dengan mulut atau hidung
Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di
atas balok start, perenang
gaya punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam. Perenang
menghadap ke dinding
kolam dengan kedua belah tangan memegang
besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya
punggung adalah gaya
berenang yang
sudah
dikenal
sejak zaman kuno. Pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang
dipertandingkan setelah gaya bebas.
a.
Gerakan Kaki
Kaki kanan dan
kiri
digerakkan
naik
turun secara
bergantian
(seperti
orang
yang sedang
berjalan /seperti gaya
bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas) Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak
melenceng/berbelok
b.
Gerakan Tangan
Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala,
kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang,
kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
c.
Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas
Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas. Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam
pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air. Mungkin yang jadi masalah
adalah apakah kita sudah sampai ujung
kolam
atau belum,
karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.
Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan
air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar
sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke
atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada
di luar air.
Dibandingkan
gaya renang lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang
besar dari perenang. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari
perenang
gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan.
Gaya kupu-kupu adalah gaya
renang terbaru
dalam pertandingan renang.
Perenang gaya kupu-kupu pertama kali ikut dalam lomba renang pada tahun 1933.
Berbeda dari gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung yang umumnya dapat mudah dikuasai, pemula perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tanga n dan kaki
dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula
juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari. Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam
gaya kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang.
a.
Gerakan Kaki
Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya. Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air, kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan
dorongan ke depan
dan
pinggul akan terdorong dan naik ke depan.
b.
Gerakan Tangan
Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan,
tapi
tidak perlu
menempel satu dengan yang lainnya),
kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan,
terus tarik sampai ke belakang, kemudian angkat
kedua
tangan secara
bersamaan
keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan.
c.
Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas
Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada
waktu gerakan tangan ke
bawah inilah saat kita
sedikit menaikkan kepala ke atas untuk
mengambil nafas. Gerakan
kaki dan tangan dilakukan bergantian.
C. Manfaat Renang Bagi Tubuh
Jantung merupakan organ tubuh yang memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan
darah tersebut mengangkut sari –
sari makanan dan oksigen
sehingga
terjadi proses pembakaran serta
menghasilkan energi yang diperlukan untuk bergerak.
Paru – paru berfungsi untuk mengambil oksigen yang sangat diperlukan dalam proses oksidasi
(pembakaran). Renang akan melatih kerjaparu – paru dan meningkatkan kemampuan
paru – paru untuk mengambil oksigen
yang banyak. Dengan terpenuhinya oksigen maka proses
pembakaran
dalam tubuh menjadi lancar sehingga energi yang diperlukan dapat terpenuhi
Ketika berenang akan terjadi gerakan otot yang dinamis dan oto akan bekerja terus menerus.
Hal ini kan membuat serabut otot bertambah banyak dan bertambah kuat. Sehingga
otot – otot tubuh akan kelihatan lebih berisi / padat.
BAB II
BUDAYA HIDUP SEHAT
Pengertian budaya hidup sehat adalah konsep hidup yang mengedepankan upaya-upaya dan kegiatan-kegiatan hidup yang sehat. Dengan penerapan konsep hidup sehat ini, maka kita
dapat
terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin dapat menyerang tubuh kita.
Jika tubuh kita sehat, maka segala kegiatan hidup kita dapat kita laksanakan dengan sebaik- baiknya. Dan, hal tersebut hanya dapat kita capai jika pengertian budaya hidup sehat sudah menjadi bagian integral diri kita.
Setiap keluarga Indonesia memiliki pola-pola tertentu dalam menjalani proses kehidupan. Pola kehidupan
tersebut sangat dipengaruhi oleh
berbagai hal, seperti; jumlah anggota keluarga, latar belakang pendidikan orang tua, ekonomi keluarga dan filosofi yang dianut oleh keluarga.
Pola hidup sehat adalah cara dan gaya hidup
untuk menjaga kesehatan tubuh maupun psikis
anggota
keluarga. Tujuannya adalah mencegah masuknya berbagai macam penyakit ke dalam
tubuh.
contoh penerapan pola hidup sehat dalam keluarga:
Gerakan yang
dilakukan saat berolah raga akan memaksimalkan kinerja tubuh sehingga kondisi
tubuh terasa bugar. Ada berbagai macam olahraga yang dapat dilakukan secara teratur, seperti lari, joging, senam ringan, dan lain sebagainya.
Olah raga ini termasuk jenis olah raga yang murah dan mudah dilakukan oleh setiap anggota
keluarga. Dengan berolahraga secara rutin akan dapat membuat seluruh tubuh bergerak, dan
memaksa tubuh untuk dapat bekerja secara maksimal.
Anggota keluarga dapat mengkonsumsi makanan kaya zat gizi seperti daging berlemak rendah,
ikan, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Contoh-contoh makanan ini tentunya
mengandung berbagai macam nutrisi yang
dibutuhkan oleh tubuh. Baik untuk
proses metabolisme tubuh maupun
untuk menjaga kekebalan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit.
Istirahat secara
teratur tentunya dapat mengistirahatkan berbagai macam organ tubuh. Istirahat yang baik
adalah tidur.
Dengan
tidur
atau istirahat yang cukup
akan membuat tubuh
dapat bekerja kembali secara maksimal.
Hindari stres karena hal tersebut dapat merusak metabolisme tubuh. Ketika seseorang mengalami stres maka otak tidak akan bekerja dengan baik, dan hal itu yang akan membuat kinerja tubuh juga
menjadi terganggu. Baca kembali: Menghindari Stres diLingkungan Keluarga
Dengan menerapkan pola hidup sehat dalam
lingkungan keluarga, aktivitas anggota keluarga menjadi lancar. Bagi anggota keluarga yang
masih dalam proses pendidikan akan dapat meraih
prestasi pendidikan secara optimal.
pengertian lingkungan sehat adalah lingkungan yang
terhindar dari hal – hal yang menyebabkan gangguan
kesehatan seperti limbah cair,
limbah padat dan limbah gas. Juga terhindar dari
binatang–binatang pembawa bibit penyakit, zat kimia berbahaya, polusi suara berlebihan serta
hal-hal lain. Untuk mendapatkan dan menerapkan pengertian lingkungan sehat, ada banyak aspek yang harus dipenuhi dan selalu diperhatikan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa minum adalah kebutuhan paling
pokok bagi kita Namun bukan
sembarang air yang
dibutuhkan untuk menunjang kesehatan. Air yang
diminum harus dipastikan
terhindar dari hal –
hal yang
menyebabkan penyakit. Air kotor, air terkontaminasi limbah, air
tercampur zat kimia atau pewarna, air yang tidak dimasak adalah contoh-contoh air yang tidak
layak untuk diminum karena dapat menjadi sebab
timbulnya penyakit.
2.
Makanan dan minuman yang menyehatkan
Salah satu faktor lingkungan sehat yang mendukung
kesehatan individu adalah ketersediaan makanan dan minuman yang menyehatkan. Pastikan makanan dan minuman yang kita
konsumsi bersama keluarga penuh
nutrisi dan
terhindar dari penyebab penyakit.
3.
Pembuangan sampah padat
Sampah padat meliputi dua jenis sampah yaitu sampah organik dan non organik. Sampah
organik adalah sampah yang
berasal dari alam seperti sayuran, dedaunan, buah-buahan,
sisa makan atau
sisa-sisa makhluk hidup seperti kotoran hewan,
bangkai binatang dan sebagainya. Sampah organik, baik diolah
atau tidak akan terurai dan kembali ke alam karena sampah ini bisa membusuk. Sampah non organik adalah sampah yang tidak bisa atau tidak mudah membusuk seperti plastik, kaleng, kayu, batu dan sebagainya.
Karena perbedaan sifat antara keduanya, maka pengelolaan dan pembuangannya pun berbeda. Sampah organik langsung
bisa
ditanam di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Untuk sampah
non organik, jangan ditaman begitu saja dalam tanah. Lebih baik dikumpulkan dalam wadah
tersendiri, kemudian
dijual kalau
memungkinkan. Kalau
sudah tak punya nilai
jual,
lebih
baik
dibakar sehingga
yang tinggal hanyalah sisa-sisa pembakaran, bukan sampah yang menumpuk.
4.
Menghindari pencemaran udara
Lingkungan sehat dan bersih selalu ditandai dengan kualitas udara
yang ada. Jika udara penuh polusi, itu menandakan bahwa
kondisi lingkungan tidak sehat. Kondisi udara rentan menimbulkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan
pernafasan seperti influenza, bronkitis, ispa, paru–paru dan sebagainya. Hindarkan juga lingkungan kita dari asap rokok karena barang yang satu ini sudah terkenal sebagai penyebab berbagai macam penyakit. Terlebih jika asap rokok terhirup oleh anak-anak dan balita.
Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kualitas udara adalah menjaga agar
lingkungan
kita tetap hijau oleh pepohonan
dan
tanaman. Biarkan mereka tumbuh
rimbun
dan mengayomi. Jangan
hanya
karena
ada
pembangunan
semua pepohonan
dibabat hingga habis tanpa ada penanaman baru.
1.
Perbanyak konsumsi
air putih
2.
Tidur dan beristirahatlah
yang
cukup
Tidur dan istirahat yang cukup adalah salah satu kunci dari kebiasaan hidup yang
sehat.
3.
Berolahraga Teratur
Penelitian telah menunjukkan bahwa berolahraga setiap hari membawa manfaat luar biasa bagi
kesehatan kita, termasuk peningkatan rentang hidup, menurunkan risiko penyakit, kepadatan tulang yang lebih tinggi dan
penurunan berat
badan.
4.
Makan lebih banyak
sayuran
Seperti halnya buah-buahan, sayuran penting untuk kesehatan
kita
E.
Permasalahan Perilaku Hidup
Sehat
Adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan
Kesehatan Masyarakat.
Perilaku merupakan respon
individu
terhadap
stimulasi baik yang
berasal
dari
luar maupun dari dalam dirinya
F.
Masalah penyakit
HIV
AIDS
AIDS adalah
suatu penyakit
yang belum ada obatnya dan belum ada vaksin
yang bisa mencegah serangan virus HIV, sehingga penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang
sangat berbahaya bagi kehidupan
manusia baik
sekarang maupun waktu yang datang.
Orang
yang telah
mengidap virus
AIDS akan menjadi
pembawa
dan
penular AIDS
selama
hidupnya, walaupun tidak
merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan penyakit yang
berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang
bisa mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan atau menjauhinya.
Tanda-tanda atau gejala-gejala klinis penderita AIDS :
a.
Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam
1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
- Dimensia/HIV ensefalopati
b.
Gejala minor :
- Batuk menetap
lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata yang gatal
- Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang
- Infeksi jamur berulang pada
alat kelamin wanita.
HIV
dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu :
- Orang yang
berperilaku
seksual dengan berganti-ganti pasangan
tanpa
menggunakan kondom
- Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama
- Pasangan seksual pengguna narkoba suntik
- Bayi yang ibunya positif HIV
Para ahli menjelaskan bahwa Tanda dan Gejala Penyakit AIDS seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita
hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung
daya tahan tubuh saat mend apat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena
serangan
demam
yang berulang. Satu
cara untuk mendapat kepastian adalah
dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang
berisiko terkena virus HIV
Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti
dibawah ini :
1.
Saluran
pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri
dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang
diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.
2.
Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala
seperti
hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga
mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
3.
Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu
kehilangan berat badan
tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem
protein dan energy
didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga
karena gangguan absorbsi/ penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
4.
System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan
kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung
(Peripheral) akan menimbulkan
nyeri dan kesemutan pada telapak tangan
dan kaki, reflek tendon yang kurang,
selalu
mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
5.
System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar
air
(herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang
menimbulkan rasa nyeri pada
jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering
berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta
Eczema atau psoriasis.
6.
Saluran kemih dan Reproduksi
pada
wanita.
Penderita
seringkali mengalami
penyakit
jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih,
menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak
jumlahnya yang
menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah 'pelvic
inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal)
Cara pencegahan
dan penanggulangan HIV/AIDS. Cara Pencegahan:
1.
Hindarkan
hubungan seksual diluar nikah.
Usahakan
hanya berhubungan dengan
satu
orang pasangan seksual, tidak
berhubungan dengan
orang lain.
2.
Pergunakan
kondom bagi resiko tinggi apabila melakukan hubungan
seksual.
3.
Ibu yang
darahnya telah diperiksa dan
ternyata mengandung virus,
hendaknya jangan
hamil. Karena akan memindahkan
virus AIDS pada janinnya.
4.
Kelompok resiko tinggi di anjurkan
untuk menjadi donor darah.
5.
Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin
sterilisasinya
BAB III
PENUTUP
Alhamdulillah,
penyusunan makalah ini dapat selesai pada waktu yang telah ditentukan. Apabila
ada kesalahan dan kekeliruan dalam penulisan makalah ini, penulis mohon maaf
yang sebesar-besarnya. Maka dari itu, para pembaca agar memberi kritik dan
saran yang sifatnya membangun agar penyusunan makalah ini bisa lebih sempurna
dan mudah dipahami para pembaca.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar