- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
TAKDIR
QADA DAN QADAR
Islam sebagai agama yang paling mulia telah mengatur segala
kehidupan umatnya. Baik dalam hal besar sampai dengan detail kehidupan yang
akan dijalani oleh manusia. Secara terinci telah disampaikan dalam kitab
Alquran dan al Hadist.
Begitu juga mengenai ketetapan yang telah digariskan. Bekal
tersebut akan dapat memberikan pemahaman mengenai pengertian qada dan qadar
dalam kehidupan.
Mengapa harus paham tentang pengertian qada dan qadar? Karena
pemahaman inilah yang akan membekali dalam mengarungi samudra kehidupan.
Mengajarkan tentang rasa syukur dan penerimaan. Untuk lebih lanjut mengenai
pembahasan qada dan qadar akan diuraikan di bawah ini.
Qada dan qadar merupakan dua kata yang memiliki hubungan yang sangat erat.
Sama-sama memberi pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Namun
sebenarnya qada dan qadar memiliki arti yang sangat berbeda. Pengertian qada
dan qadar kemudian akan dibahas secara terpisah.
1. Pengertian Qada
Qada secara bahasa berarti hukum Allah, Ketetapan Allah, Kehendak
Allah. Tentu, semua berasal dari ALLAH SWT. Sebab, Allah lah Sang maha pemilik kehidupan.
Sedangkan menurut istilah, Qada adalah sebuah hukum, ketetapan, dan
kehendak yang berasal dari Allah SWT. Sejak zaman azali. Dimana sebelum
kehidupan, sudah Allah tuliskan apa saja yang akan terjadi. Baik itu sebuah
kebaikan maupun keburukan. Atau baik hidup ataupun mati.
Allah sudah memerintahkan hambanya yang beriman untuk percaya pada
Qada seperti pada firman firman Allah yang ada di Al Qur’an. Allah SWT
berfirman:
هَلْ
يَنْظُرُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيَهُمُ اللّٰهُ فِيْ ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَا مِ
وَا لْمَلٰٓئِکَةُ
وَقُضِيَ الْاَمْرُ ۗ وَاِ
لَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
hal yanzhuruuna illaaa ay ya`tiyahumullohu fii
zhulalim minal-ghomaami wal-malaaa`ikatu wa qudhiyal-amr, wa ilallohi
turja’ul-umuur
“Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu
kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara
(mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 210)
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 210)
Allah SWT berfirman:
قَالَ
كَذٰلِكِ ۚ قَا لَ
رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۚ وَلِنَجْعَلَهٗۤ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً
مِّنَّا ۚ وَكَا
نَ اَمْرًا مَّقْضِيًّا
qoola kazaalik, qoola robbuki huwa ‘alayya
hayyin, wa linaj’alahuuu aayatal lin-naasi wa rohmatam minnaa, wa kaana amrom
maqdhiyyaa
“Dia (Jibril) berkata, Demikianlah. Tuhanmu
berfirman, Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda
(kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah
suatu urusan yang (sudah) diputuskan.” (QS. Maryam 19: Ayat 21)
Dalam ayat-ayat tersebut, Allah berfirman tentang perkara-perkara,
ketetapan-ketetapan yang sudah di putuskan oleh ALLAH SWT. Sebagai suatu tanda
kebesaran bagi orang orang yang beriman.
Kata qada
sebenarnya merupakan sebuah kata yang tidak asing. Beberapa kali kata ini
disebutkan dalam Al quran. Arti kata qada secara bahasa adalah ketetapan. Yaitu
sesuatu kepastian yang telah dibuat sejak sebelum kelahiran, yaitu di jaman
Azali.
Ketetapan
yang membawa setiap kehidupan manusia. Kesempurnaan Allah SWT terlihat dari
betapa rinci Allah SWT telah mengatur kehidupan setiap umat. Bahkan ketetapan
telah diberikan jauh sebelum kelahiran manusia-manusia ke bumi.
2. Pengertian Qadar
Secara bahasa, qadar berarti sebuah penentuan, kepastian dari
Allah.Sedangkan secara istilah, qadar berarti sebuah penentuan yang pasti yang
sudah ditetapkan oleh Allah SWT sejak zaman azali. Baik yang sudah terjadi,
sedang terjadi, maupun yang akan terjadi.
Istilah yang kedua dalam bahasan mengenai ketetapan yang Allah SWT berikan
adalah qadar. Dapat diartikan bahwa qadar merupakan ukuran atau pertimbangan.
Yang jika disimpulkan bahwa qadar adalah suatu ketetapan yang telah diciptakan
berdasarkan oleh ukuran Allah SWT pada setiap diri manusia.
Jika qada berarti ketetapan atau aturan, qadar adalah ukuran. Namun
istilah tersebut digunakan secara bersamaan untuk menggambarkan sebuah
kepastian mengenai hukum dari Allah SWT.
Qada dan Qadar sangat identik dengan Islam. Namun ternyata Qada dan
Qadar berlaku umum untuk seluruh manusia di bumi ini. Istilah qada dan qadar
lebih sering didengar dengan istilah takdir. Yang dimaksud dengan pengertian
qada dan qadar dalam keseharian tak lain adalah takdir itu sendiri.
Takdir menjadi satu yang mengikat pada kehidupan. Merupakan suatu
ketetapan dan bergantung dengan kegiatan manusia itu sendiri. Hukum takdir akan
berkesinambungan dan saling berpengaruh dengan hukum sebab akibat. Meskipun
semua telah ditetapkan oleh Allah SWT sebelum kelahiran, manusia menjadi
penentu dalam kehidupan yang dijalaninya.
Setelah dibahas mengenai pengertian qada dan qadar atau takdir. Untuk
berikutnya akan dijelaskan mengenai macam-macam takdir. Takdir sendiri
tidak mutlak tanpa pembagian. Namun takdir akan dibagi lagi menjadi dua jenis.
1. Takdir Muallaq
Bagian dari qada dan qadar yang pertama akan dibahas adalah mengenai takdir
muallaq. Yaitu suatu ketetapan yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Azali jauh
di waktu lampau. Namun dalam kenyataan di kehidupan takdir ini dapat
menyesuaikan dikarenakan oleh sebab perbuatan manusia itu sendiri.
Hukum sebab akibat, tentang bagaimana keras manusia berdoa dan berusaha
akan menentukan. Kegagalan menjadi tidak akan pernah terjadi jika manusia itu
tekun dan bersungguh-sungguh dalam usaha dan berdoa.
Takdir muallaq ini dapat dicontohkan, kemiskinan yang tidak akan terjadi
pada orang yang hemat dan rajin bekerja. Nilai jelek tidak didapatkan oleh
siswa yang memperhatikan dan belajar dengan giat.
Contoh Takdir Muallaq:
a.
Kepandaian
Seseorang yang ingin pandai maka harus berusaha meraihnya. Usaha-usaha
tersebut antara lain dengan cara rajin belajar dan disiplin membagi waktu.
- Kesehatan
Seseorang yang ingin sehat maka harus berusaha dengan cara berolahraga teratur, menjaga kebersihan, menjaga gizi dan pola makan. Jika melakukan usaha-usaha tersebut maka tubuh akan sehat.
- Kerja keras
Seseorang yang ingin mencapai kesuksesan dimasa
mendatang harus bekerja keras, giat dan pantang menyerah.
- Kemakmuran/Kekayaan
Kemakmuran atau kekayaan bisa diraih dengan giat bekerja, kreatif, pantang menyerah, rajin menabung, dan hemat.
- Kegigihan
Sukron
sekarang sudah bisa membaca Al-Qur’an berkat kegigihan dan semangatnya dalam belajar
mengaji.
Agar seseorang menjadi pandai, sehat, dan
hidup makmur maka harus berusaha meraihnya, bukannya pasrah menunggu nasib.
Tidak mungkin seseorang menjadi pandai kalau malas belajar, tidak mungkin
seseorang menjadi sehat kalau tidak pernah olahraga, dan tidak mungkin
seseorang menjadi kaya kalau malas bekerja, namun ketiga hal tersebut belum
menjadi hal mutlak karena adanya kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Jadi, meskipun
Allah SWT. telah menentukan segalanya, manusia tetap harus berusaha mengubah
nasibnya.
Seseorang yang beriman kepada Qaḍā' dan
qadar akan tercermin dalam kehidupan sehari-hari. di antaranya ia pantang
berpangku tangan, justru sebaliknya ia akan giat berusaha dan bekerja guna
meraih cita-cita. Allah SWT. telah mengkaruniakan beragam potensi kepada
manusia untuk digunakan sebagai bekal hidup. Setiap manusia dikaruniai akal
untuk berpikir, dan organ-organ tubuh untuk bergerak. Allah SWT. juga
menciptakan manusia sebagai makhluk paling mulia di antara makhluk-makhluk-Nya.
Oleh karena itu, semua potensi ini harus digunakan untuk berusaha dan ikhtiar
meraih cita-cita.
2. Takdir Mubram
Pengertian qada dan qadar menjadi
meluas saat mengetahui bahwa takdir itu tidak hanya dibagi dalam satu jenis
saja. Takdir mubram yaitu takdir yang merupakan suatu ketetapan dan menjadi
kepastian tidak dapat ditawar atau diubah.
Banyak yang menyebutkan
bahwa kematian, kelahiran, dan jodoh adalah bagian dari takdir mubram. Namun
sebenarnya tidak hanya itu. Semua ketetapan pasti menjadi takdir mubram.
Termasuk didalamnya adalah tentang kiamat, tentang siapa orang tua dan dimana
dilahirkan.
Hal-hal semacam itu
tidak akan pernah dapat dirubah oleh manusia. Bahkan dengan menggunakan
kepintaran dan teknologi apapun. Ketetapan Allah SWT tersebut akan tetap
terjadi.
Contoh takdir mubram diantaranya:
- Dokter tidak bisa menyelamatkan nyawa manusia yang sudah meninggal meskipun sudah berusaha yang terbaik.
- Seorang nenek tidak menyangka bahwa cucunya lebih dulu meninggal daripada dirinya yang sudah tua.
- Tidak ada yang tahu kapan kiamat itu datang meskipun para ahli sudah meneliti dengan ilmu manapun.
- Perjalanan matahari, bulan dan planet-planet lainnya sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan Allah.
- Ibu meli melahirkan seorang bayi perempuan meskipun ia berdoa agar bisa melahirkan bayi laki laki.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar