Takdir Qodo' dan Qodar




TAKDIR
QADA DAN QADAR


Islam sebagai agama yang paling mulia telah mengatur segala kehidupan umatnya. Baik dalam hal besar sampai dengan detail kehidupan yang akan dijalani oleh manusia. Secara terinci telah disampaikan dalam kitab Alquran dan al Hadist.
Begitu juga mengenai ketetapan yang telah digariskan. Bekal tersebut akan dapat memberikan pemahaman mengenai pengertian qada dan qadar dalam kehidupan.
Mengapa harus paham tentang pengertian qada dan qadar? Karena pemahaman inilah yang akan membekali dalam mengarungi samudra kehidupan. Mengajarkan tentang rasa syukur dan penerimaan. Untuk lebih lanjut mengenai pembahasan qada dan qadar akan diuraikan di bawah ini.
Qada dan qadar merupakan dua kata yang memiliki hubungan yang sangat erat. Sama-sama memberi pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Namun sebenarnya qada dan qadar memiliki arti yang sangat berbeda. Pengertian qada dan qadar kemudian akan dibahas secara terpisah.
1. Pengertian Qada
Qada secara bahasa berarti hukum Allah, Ketetapan Allah, Kehendak Allah. Tentu, semua berasal dari ALLAH SWT. Sebab, Allah lah Sang maha pemilik kehidupan.
Sedangkan menurut istilah, Qada adalah sebuah hukum, ketetapan, dan kehendak yang berasal dari Allah SWT. Sejak zaman azali. Dimana sebelum kehidupan, sudah Allah tuliskan apa saja yang akan terjadi. Baik itu sebuah kebaikan maupun keburukan. Atau baik hidup ataupun mati.
Allah sudah memerintahkan hambanya yang beriman untuk percaya pada Qada seperti pada firman firman Allah yang ada di Al Qur’an. Allah SWT berfirman:
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيَهُمُ اللّٰهُ فِيْ ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَا مِ وَا لْمَلٰٓئِکَةُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ ۗ وَاِ لَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
hal yanzhuruuna illaaa ay ya`tiyahumullohu fii zhulalim minal-ghomaami wal-malaaa`ikatu wa qudhiyal-amr, wa ilallohi turja’ul-umuur
Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 210)
Allah SWT berfirman:
قَالَ كَذٰلِكِ ۚ قَا لَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۚ وَلِنَجْعَلَهٗۤ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا ۚ وَكَا نَ اَمْرًا مَّقْضِيًّا
qoola kazaalik, qoola robbuki huwa ‘alayya hayyin, wa linaj’alahuuu aayatal lin-naasi wa rohmatam minnaa, wa kaana amrom maqdhiyyaa
“Dia (Jibril) berkata, Demikianlah. Tuhanmu berfirman, Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.” (QS. Maryam 19: Ayat 21)
Dalam ayat-ayat tersebut, Allah berfirman tentang perkara-perkara, ketetapan-ketetapan yang sudah di putuskan oleh ALLAH SWT. Sebagai suatu tanda kebesaran bagi orang orang yang beriman.
Kata qada sebenarnya merupakan sebuah kata yang tidak asing. Beberapa kali kata ini disebutkan dalam Al quran. Arti kata qada secara bahasa adalah ketetapan. Yaitu sesuatu kepastian yang telah dibuat sejak sebelum kelahiran, yaitu di jaman Azali.
Ketetapan yang membawa setiap kehidupan manusia. Kesempurnaan Allah SWT terlihat dari betapa rinci Allah SWT telah mengatur kehidupan setiap umat. Bahkan ketetapan telah diberikan jauh sebelum kelahiran manusia-manusia ke bumi.
2. Pengertian Qadar
Secara bahasa, qadar berarti sebuah penentuan, kepastian dari Allah.Sedangkan secara istilah, qadar berarti sebuah penentuan yang pasti yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT sejak zaman azali. Baik yang sudah terjadi, sedang terjadi, maupun yang akan terjadi.
Istilah yang kedua dalam bahasan mengenai ketetapan yang Allah SWT berikan adalah qadar. Dapat diartikan bahwa qadar merupakan ukuran atau pertimbangan. Yang jika disimpulkan bahwa qadar adalah suatu ketetapan yang telah diciptakan berdasarkan oleh ukuran Allah SWT pada setiap diri manusia.
Jika qada berarti ketetapan atau aturan, qadar adalah ukuran. Namun istilah tersebut digunakan secara bersamaan untuk menggambarkan sebuah kepastian mengenai hukum dari Allah SWT.
Qada dan Qadar sangat identik dengan Islam. Namun ternyata Qada dan Qadar berlaku umum untuk seluruh manusia di bumi ini. Istilah qada dan qadar lebih sering didengar dengan istilah takdir. Yang dimaksud dengan pengertian qada dan qadar dalam keseharian tak lain adalah takdir itu sendiri.
Takdir menjadi satu yang mengikat pada kehidupan. Merupakan suatu ketetapan dan bergantung dengan kegiatan manusia itu sendiri. Hukum takdir akan berkesinambungan dan saling berpengaruh dengan hukum sebab akibat. Meskipun semua telah ditetapkan oleh Allah SWT sebelum kelahiran, manusia menjadi penentu dalam kehidupan yang dijalaninya.
Setelah dibahas mengenai pengertian qada dan qadar atau takdir. Untuk berikutnya akan dijelaskan mengenai macam-macam takdir.  Takdir sendiri tidak mutlak tanpa pembagian. Namun takdir akan dibagi lagi menjadi dua jenis.
1. Takdir Muallaq
Bagian dari qada dan qadar yang pertama akan dibahas adalah mengenai takdir muallaq. Yaitu suatu ketetapan yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Azali jauh di waktu lampau. Namun dalam kenyataan di kehidupan takdir ini dapat menyesuaikan dikarenakan oleh sebab perbuatan manusia itu sendiri.
Hukum sebab akibat, tentang bagaimana keras manusia berdoa dan berusaha akan menentukan. Kegagalan menjadi tidak akan pernah terjadi jika manusia itu tekun dan bersungguh-sungguh dalam usaha dan berdoa.
Takdir muallaq ini dapat dicontohkan, kemiskinan yang tidak akan terjadi pada orang yang hemat dan rajin bekerja. Nilai jelek tidak didapatkan oleh siswa yang memperhatikan dan belajar dengan giat.

Contoh Takdir Muallaq:
a.       Kepandaian
             
Seseorang yang ingin pandai maka harus berusaha meraihnya. Usaha-usaha tersebut antara lain dengan cara rajin belajar dan disiplin membagi waktu.
  1. Kesehatan

Seseorang yang ingin sehat maka harus berusaha dengan cara berolahraga teratur, menjaga kebersihan, menjaga gizi dan pola makan. Jika melakukan usaha-usaha tersebut maka tubuh akan sehat.
  1. Kerja keras

Seseorang yang ingin mencapai kesuksesan dimasa mendatang harus bekerja keras, giat dan pantang menyerah.
  1. Kemakmuran/Kekayaan

Kemakmuran atau kekayaan bisa diraih dengan giat bekerja, kreatif, pantang menyerah, rajin menabung, dan hemat.
  1. Kegigihan
Sukron sekarang sudah bisa membaca Al-Qur’an berkat kegigihan dan semangatnya dalam belajar mengaji.

Agar seseorang menjadi pandai, sehat, dan hidup makmur maka harus berusaha meraihnya, bukannya pasrah menunggu nasib. Tidak mungkin seseorang menjadi pandai kalau malas belajar, tidak mungkin seseorang menjadi sehat kalau tidak pernah olahraga, dan tidak mungkin seseorang menjadi kaya kalau malas bekerja, namun ketiga hal tersebut belum menjadi hal mutlak karena adanya kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Jadi, meskipun Allah SWT. telah menentukan segalanya, manusia tetap harus berusaha mengubah nasibnya.
Seseorang yang beriman kepada Qaḍā' dan qadar akan tercermin dalam kehidupan sehari-hari. di antaranya ia pantang berpangku tangan, justru sebaliknya ia akan giat berusaha dan bekerja guna meraih cita-cita. Allah SWT. telah mengkaruniakan beragam potensi kepada manusia untuk digunakan sebagai bekal hidup. Setiap manusia dikaruniai akal untuk berpikir, dan organ-organ tubuh untuk bergerak. Allah SWT. juga menciptakan manusia sebagai makhluk paling mulia di antara makhluk-makhluk-Nya. Oleh karena itu, semua potensi ini harus digunakan untuk berusaha dan ikhtiar meraih cita-cita.
2. Takdir Mubram
Pengertian qada dan qadar menjadi meluas saat mengetahui bahwa takdir itu tidak hanya dibagi dalam satu jenis saja. Takdir mubram yaitu takdir yang merupakan suatu ketetapan dan menjadi kepastian tidak dapat ditawar atau diubah.
Banyak yang menyebutkan bahwa kematian, kelahiran, dan jodoh adalah bagian dari takdir mubram. Namun sebenarnya tidak hanya itu. Semua ketetapan pasti menjadi takdir mubram. Termasuk didalamnya adalah tentang kiamat, tentang siapa orang tua dan dimana dilahirkan.
Hal-hal semacam itu tidak akan pernah dapat dirubah oleh manusia. Bahkan dengan menggunakan kepintaran dan teknologi apapun. Ketetapan Allah SWT tersebut akan tetap terjadi.
Contoh takdir mubram diantaranya:
  1. Dokter tidak bisa menyelamatkan nyawa manusia yang sudah meninggal meskipun sudah berusaha yang terbaik.


  1. Seorang nenek tidak menyangka bahwa cucunya lebih dulu meninggal daripada dirinya yang sudah tua.

  1. Tidak ada yang tahu kapan kiamat itu datang meskipun para ahli sudah meneliti dengan ilmu manapun.


  1. Perjalanan matahari, bulan dan planet-planet lainnya sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan Allah.

  1. Ibu meli melahirkan seorang bayi perempuan meskipun ia berdoa agar bisa melahirkan bayi laki laki.
      



Komentar