- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SEJARAH
PERKEMBANGAN EJAAN BAHASA INDONESIA

Disusun
Oleh :
Hasan Habiburrahman (141310003101)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NAHDLATUL ULAMA’ (UNISNU) JEPARA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah
SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis masih diberi kesempatan untuk
menyelesaikan makalah ini pada waktu yang telah ditentukan.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun. dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca, Aamiin...
Jepara, ..........................
Penulis,
Hasan Habiburrahman
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa
memiliki peranan penting dalam kehidupan karena selain digunakan sebagai alat
komunikasi secara langsung atau lisan, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat
komunikasi secara tulisan. Dalam era globalisasi dan pembangunan reformasi
demokrasi seperti sekarang ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat
mengawasi dan memahami informasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik
dan benar. Untuk memahami informasi tersebut, bahasa berfungsi sebagai media
penyampaian secara baik dan tepat dan dengan penyampaian informasi secara
tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik
dan benar.
Guna
memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, di sinilah peran aturan baku
digunakan. Dalam hal ini kita selaku warga negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu
ketatabahasaan Indonesia yang baik dan benar. Ejaan adalah salah satu dari
rambu-rambu tersebut. Seringkali ejaan di Indonesia mengalami pergantian dari
tahun ke tahun guna mengikuti perkembangan zaman. Adapun tujuan dari pergantian sistem ejaan
di Indonesia tak lain untuk menyempurnakan aturan berbahasa masyarakat Indonesia
dan Pedoman Umum Ejaaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan adalah wujud
kongkret dari penyempurnaan ejaan di Indonesia saat ini. Perkembangan ejaan,
khususnya Ejaan yang Disempurnakan (EYD) di Indonesia adalah submateri dalam
ketatabahasaan Indonesia yang memiliki peran cukup besar dalam mengatur etika
berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat
disampaikan dan dipahami secara baik dan terarah. Dalam praktiknya diharapkan
aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian masyarakat sehingga proses
penggunaan tata bahasa Indonesia dapat dilakukan secara baik dan benar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang
telah disampaikan sebelumnya, maka dapat dirumuskan sebuah masalah yakni, “Bagaimanakah
perkembangan ejaan bahasa indonesia yang digunakan di Indonesia?”
C. Pemecahan Masalah
1. Bagaimana
Sejarah perkembangan bahasa Indonesia ?
2. Apa
saja batasan bahasa indonesia ?
3. Apa
Pengertian ejaan dan.Jenis Perkembangan
ejaan di Indonesia ?
a. Ejaan
Van Ophuijsen
b. Ejaan
Soewandi (Republik)
c. Ejaan
Malindo
d. Ejaan
yang Disempurnakan
D. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah
untuk mengetahui dan mempelajari bagaimana sejarah perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
Pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa
Melayu. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu di pakai sebagai bahasa penghubung
antar suku di nusantara dan sebagai bahasa yang di gunakan dalam perdagangan
antara pedagang dari dalam nusantara dan dari luar Nusantara. Bahasa merupakan
salah satu unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai sistem
perlambangan yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia
dan digunakan sebagai sarana berinteraksi manusia. Di Indonesia terdapat
beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis. Setelah
kemerdekaan, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional.
Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa Indonesia
tidak lepas dari Bahasa Melayu. Dimana Bahasa melayu sejak dahulu telah
digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau bahasa pergaulan.
Bahasa melayu tidak hanya digunakan di Kepulauan Nusantara, tetapi juga
digunakan hampir diseluruh Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya
Prasasti-prasasti kuno dari kerjaan di indonesia yang ditulis dengan menggunakan
Bahasa Melayu seperti Berbagai batu bertulis (prasasti) yang ditemukan itu
seperti Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, tahun 683,Prasasti Talang Tuo di
Palembang tahun 684 sehingga bahasa melayu dipakai dalam kehidupan sehari-hari .pada
saat itu Bahasa Melayu telah Berfungsi Sebagai :
1. Bahasa
Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan
satra
2. Bahasa
Perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia
3. Bahasa
Perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia maupun pedagang yang berasal dari luar indonesia.
4. Bahasa
resmi kerajaan.
Seiring
berjalannya waktu Bahasa Indonesia lahir pada tanggal
28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara
berkumpul dalam rapat, para pemuda berikrar:
1. Kami
Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu,
Tanah Air Indonesia.
2. Kami
Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
3. Kami
Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa
Indonesia.
Ikrar para
pemuda ini di kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Unsur yang ketiga dari “Sumpah
Pemuda” merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa indonesia merupakan bahasa
persatuan bangsa indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia di kokohkan
kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia di nyatakan kedudukannya
sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu
Undang-Undang Dasar 1945 di sahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia. Di dalam UUD 1945 di sebutkan bahwa “Bahasa Negara Adalah Bahasa
Indonesia”(pasal 36). Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17
Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia secara
konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa indonesia di pakai oleh
berbagai lapisan masyarakat indonesia. kebangkitan
nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan
kegiatan politik, perdagangan, persurat kabaran, dan majalah sangat besar dalam
memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945,
telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional
sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan
masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah menggunakan bahasa
indonesia menjadi bahasa nasional indonesia.
Bahasa
adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat yang berupa bunyi suara atau
isyarat atau lambang yang dikeluarkan oleh manusia untuk menyampaikan isi
hatinya kepada manusia lain. Berikut batasan-batasan bahasa :
Ø Bahasa
Indonesia juga menggunakan sistem yang bersifat sistemis dan sistematis.
Ø Lambang
bunyi bahasa bersifat arbitrer
Ø Bersifat
konvensional
Ø Bersifat
produktif
Ø Bersifat
dinamis
Ø Bersifat
manusiawi
Ø Bahasa
itu beragam
Fungsi bahasa secara umum :
Ø Bahasa
adalah alat untuk berekspresi
Ø Bahasa
adalah alat untuk berkomunikasi
Ø Bahasa
adalah alat kontrol sosial
Ø Bahasa
adalah alat integrasi dan adaptasi sosial
Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia,
yaitu:
Ø Sebagai
bahasa persatuan (alat perhubungan antardaerah dan antar budaya)
Ø Bahasa
nasional
Ø Bahasa
resmi
Ø Bahasa
budaya dan Bahasa ilmu
Ø Sebagai
bahasa pengantar di lembaga-lembaga
Ø Pendidikan
Ejaan adalah aturan tulis menulis. Secara lengkap
dapat dikatakan bahwa ejaan adalah keseluruhan peraturan tentang bagaimana
melambangkan bunyi-bunyi ujaran dan bagaimana hubungan antar lambang tersebut
(pemisahan dan penggabungan dalam suatu bahasa). Secara teknis ejaan adalah
aturan tulis-menulis dalam suatu bahasa yang berhubungan dengan penulisan
huruf, pemakaian huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian
tanda baca.
Ejaan biasa disebut juga adalah seperangkat aturan
tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca
sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda
dengan kata mengeja. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau
kata; sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luasdari
sekedar masalah pelafalan. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa.
Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan
dan keseragaman bentuk tulisan terutama dalam bahasa tulis.
Ejaan Van Ophuijsen
adalah jenis ejaan
yang pernah digunakan untuk bahasa
Indonesia. Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu
menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf Latin
dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:
Ø huruf ‘j’ untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
Ø huruf ‘oe’ untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe,
oemoer.
Ø tanda diakritik, seperti koma ain dan
tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ‘akal
dinamaï.
Huruf hidup
yang diberi titik dua diatasnya seperti ä, ë, ï dan ö,
menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata.Kebanyakan catatan
tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal
sebagai tulisan Jawi.Pada
tahun 1901
diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. Charles van Ophuijsen dibantu oleh
Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. Taib Sultan Ibrahim.
Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan
Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah
buku. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin
untuk bahasa Melayu
di Indonesia.Van
Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda.
Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi,
Sumatera
Barat, kemudian menjadi profesor bahasa Melayu di Universitas Leiden, Belanda. Setelah
menerbitkan Kitab Logat Melajoe, van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst
(1910). Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T.W. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan
bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia.Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan
Republik pada 17 Maret 1947.
Ejaan Republik dimuat dalam surat keputusan
Menteri P dan K Mr. Soewandi No.264/Bhg. A tanggal 19 maret 1947 oleh sebab ini
disebut sebagai Ejaan Suwandi.Ciri khusus Ejaan Republik / Suwandi :
1. Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen
berubah menada /u/.
2. Tanda trema pada huruf /a/ dan /i/
dihilangkan.
3. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. Koma
hamzah ditulis dengan /k/ misalanya kata menjadi katak.
4. Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis
tidak menggunakan tanda, misalnya ejaan, seekor, dsb.
5.
Penulisan
kata ulang dapat dilakukan dengan dua cara.
Contoh :
a. Berlari-larian
b. Berlari2-an
6. Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan
tiga cara
Contoh :
a. Tata laksana
b. Tata-laksana
c. Tatalaksana
7. Kata
yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa
Indonesia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah. Contoh : /putra/ bukan /putera
Suatu ejaan
dari perumusan ejaan melayu dan indonesia yang terjadi pada kongres bahasa
indonesia tahun 1954 di Medan dan belum menghasilkan hasil apapun. Pada akhir
tahun 1959 Sidang Perutusan Indonensia dan Melayu (Slametmulyana dan Syeh Nasir
bin Ismail, masing-masing berperanan sebagi ketua perutusan) menghasilkan
konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia).
Konsep
bersama itu memperlihatkan bahwa satu bunyi bahasa dilambangkan dengan satu
huruf. Salah satu lambang itu adalah huruf j sebagai pengganti dj, huruf c
sebagai pengganti huruf tj, huruf η sebagai pengganti ng, dan huruf ή sebagai
pengganti nj.
Contoh :
1) sejajar
sebagai pengganti sedjadjar
2) mencuci
sebagai pengganti mentjutji
Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD) merupakan penyempurnaan dari ejaan-ejaan sebelumnya. EYD
diresmikan pada saat pidato kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan RI XXVII,
17 agustus 1972. Kemudian dikukuhkan dalam Surat Keputusan Presiden No. 57
tahun 1972. EYD ini hasil kerja panitia ejaan Bahasa Indonesia yang dibentuk
tahun 1966. Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan yang
telah sesuai dengan perkembangan bahasa sekarang ini.
Ruang
lingkup EYD mencakup lima aspek yaitu :
1. Pemakaian
huruf
2. Penulisan huruf
3. Penulisan kata
4. Penulisan unsur serapan
5. Pemakaian
tanda baca
Ciri khusus
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) :
- Perubahan huruf /j/, /dj/, /nj/, /ch/, /tj/, /sj/ pada ejaan Republik menjadi /y/, /j/, /ny/, /kh/, /c/, /sy/.
Contoh :
Jang = yang
Djadi = jadi
Njonja = nyonya
Chabar = khabar
Tjepat = cepat
Sjarat = syarat
- Kata ulang ditulis dengan satu cara yakni menggunakan tanda hubung (tidak diperkenankan menggunakan tanda angka /2/)
Contoh :
Besar2 = Besar-besar
Se-besar2-nya = Sebesar-besarnya
Sayur2-an = Sayur-sayuran
Penulisan
kata ulang dengan menggunakan angka (2) hanya diperkenankan pada tulisan cepat
atau notula.
- Penulisan kata majemuk harus dipisahkan dan tidak perlu menggunakan tanda hubung.
Contoh :
Duta-besar = duta besar
Kaya-raya = kaya raya
Tata-usaha= tata usaha
- Gubangan kata yang sudah dianggap senyawa (satu kata) ditulis serangkai. Contohnya : Assalamualaikum, hulubalang
- Kata ganti ku, mu, kau, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contohnya : kumiliki, dipukul, barangmu, pacarku.
- Kata depan di dan ke ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh :
di Surabaya bukan disurabaya
ke sini bukan kesini
di sini bukan disini
- Partikel pun terpisah dari kata yang mendahuluinya, kecuali pun yang menjadi kelompok kata.
Contoh :
Kapan pun aku tetap menantimu
Meskipun demikian aku tak akan marah
(meskipun adalah kelompok kata)
- Penulisan kata si dan sang dipisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh:
Si penjual bakso bukan
sipenjual bakso
Sang pujangga bukan sangpujangga
- Partikel per berarti tia-tiap dipisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh :
Per orang bukan perorang
Per lembar bukan perlembar
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Sumber
dari bahasa indonesia adalah bahasa melayu
2. Bahasa
Indonesia secara sosiologis resmi digunakan sebagai bahasa persatuan pada
tanggal 28 Oktober 1928. Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia di akui setelah
kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945.
3. Bahasa
Melayu di angkat menjadi bahasa indonesia karena bahasa melayu telah digunakan
sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) di nusantara dan bahasa melayu sangat
sederhana dan mudah dipelajari serta tidak memiliki tingkatan bahasa.
4. Bahasa
indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
B. Saran
Sudah menjadi kewajiban kita sebagai
kaum pelajar untuk selalu mengingatkan kepada masyarakat agar dapat menggunakan
kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.Karena bagaimanapun bahasa
memiliki peran penting dalam proses pembangunan karakter masyarakat dalam
bangsa ini. Sebagaimana yang kita ketahui bahasa indonesia
sumbernya adalah bahasa melayu. Sebagai bangsa yang besar harus kita menghargai
nilai-nilai sejarah tersebut dengan tetap menghormati bahasa melayu. Sehingga
kita sebagai generasi penerus mampu untuk membina, mempertahankan bahasa indonesia
ini. Disamping itu alangkah baiknya apabila kita menggunakan bahasa indonesia
secara baik dan benar karena bahasa Indonesia adalah bahasa nasional kita.
DAFTAR PUSTAKA
Academica.2015. Luqman Saputra. Sejarah Perkembangan
Bahasa Indonesia.Jakarta.
Kushartanti.2005. Pesona Bahasa. Jakarta.Gramedia
Pustaka.
Sucipto, Adi. 2014.Perkembangan Bahasa
Indonesia.Cirebon.Gramedia.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar